BRMP Sayuran Tingkatkan Kapasitas Petani Bawang Merah Garut melalui Bimtek Budidaya dan Perbenihan
Garut, 5 Februari 2026 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sayuran melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Teknologi Budidaya dan Perbenihan Bawang Merah di Kawasan Sentra Produksi. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 petani bawang merah dari sentra produksi sayuran Kabupaten Garut dan dilaksanakan di Tepas Papandayan, Kabupaten Garut.
Kegiatan bimtek terselenggara berkat dukungan pendanaan kerja sama antara BRMP Sayuran dan Koperasi Onions NZ (New Zealand), serta kolaborasi dengan perusahaan nasional PT Pupuk Indonesia dan PT Corteva Agriscience. Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan teknologi budidaya, perbenihan, serta pengelolaan sarana produksi pertanian secara tepat dan berkelanjutan.
Ketua Tim Kerja Layanan dan Pendayagunaan Hasil BRMP Sayuran, Eti Heni Krestini, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi petani dalam menghadapi tantangan produksi bawang merah. “Penguasaan teknologi budidaya dan perbenihan merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian benih serta meningkatkan daya saing petani, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.
Materi bimtek disampaikan oleh berbagai narasumber. Deni Fatahudin dari PT Corteva Agriscience memaparkan penggunaan pestisida secara tepat, khususnya terkait ketepatan dosis dan volume semprot guna pengendalian hama dan penyakit yang efektif serta aman. Sementara itu, Dendi Sumardi dari PT Pupuk Indonesia menyampaikan pentingnya analisis dan uji awal kualitas tanah, meliputi teknik pengambilan sampel tanah, penetapan pH, kadar C-organik, status hara P dan K, serta penerapan Pemupukan berimbang untuk mencapai produktivitas optimal dan berkelanjutan.
Dari BRMP Sayuran, Eti Heni Krestini dan Noor Fauji menyampaikan teknologi budidaya dan perbenihan bawang merah, termasuk pentingnya pemahaman proses sertifikasi dalam produksi benih bawang merah terstandar. Selain itu, Leni Kurniawati memaparkan materi pengenalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada bawang merah.
Pada kesempatan ini juga diperkenalkan beberapa varietas bawang merah hasil teknologi BRMP Sayuran sebagai bagian dari upaya diseminasi inovasi ke sentra-sentra produksi.
Kegiatan dilengkapi dengan praktik lapangan yang meliputi pengenalan varietas, identifikasi hama dan penyakit, seleksi dan sertifikasi benih, pengujian tanah, pemeriksaan lapangan, serta teknik penggunaan dan penyemprotan pestisida.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Melalui bimtek ini, diharapkan petani mampu mengaplikasikan teknologi yang diperoleh dan berkembang menjadi calon penangkar benih bawang merah yang mandiri, sehingga mendukung terwujudnya swasembada benih serta penguatan sentra produksi bawang merah di Kabupaten Garut.